14 November 2011

RAIMUNA CABANG NGAWI 2011

 MAN TEMPURSARI MANTINGAN
 SMK NAGARA DAN SMK PGRI 2 GENENG

TERIMAKASIH KAKAK-KAKAK


 SMK PSM KEDUNGGALAR

21 September 2011

kala sandi berkata


SINOPSIS : Kejujuran itu penting, meski kadang kejujuran itu pahit dan menyakitkan. Pesan moral itulah yang ingin disampaikan dalam film ini. Kehidupan Risma begitu samar, ia tinggal bersama adiknya Tria dan seorang tukang Kebun bernama Mang Sarma. Ia hanya tahu bahwa ibunya dulu sewaktu Risma kecil selalu menengoknya setiapkali ia berulang tahun. Namun sejak ia beranjak dewasa. Ia tak pernah lagi melihat sosok ibunya. Kegelisahannya itu selalu ia tuangkan dalam buku harian yang ia tuliskan dengan menggunakan sandi kotak. Kerinduannya terhadap sosok tersebut ia lampiaskan dalam kegiatan kepramukaan. Ia menemukan keceriaan, kebahagiaan bersama teman-temannya di kegiatan Pramuka. Namun setiap kali ia kembali ke rumah, ia selalu menemukan kemuraman tentang siapa Tria dan siapa Mang Sarma sebenarnya. Risma mempunyai seorang teman spesial bernama Arya. Ia menemukan sosok ayah dan kakak dalam diri Arya. Suatu saat, Risma mengalami kebimbangan. Ia harus memilih antara kegiatan pelantikan Pramuka, dengan menunggu adiknya yang bisu di rumah. Semula ia hendak menitipkan Tria pada Arya, namun kepercayaannya hilang ketika mengetahui Arya dekat dengan seorang perempuan bernama Susie. Risma akhirnya memutuskan untuk menitipkan Tria pada Mang Sarma. Dalam perjalanan Pelantikan, Sangga Risma terjebak Badai kabut dan salah satu anggotanya jatuh ke dalam jurang. Di saat-saat panik seperti itu tiba-tiba Risma melihat sosok Tria disela-sela kabut tanpa mempedulikan teman-temannya ia mengikuti Tria dan tersesat di dalam hutan. Sementara Itu Rully, Jaka, Chipay dan Nuri panik mengetahui Risma menghilang hingga mereka melupakan bendera Merah Putih yang telah mereka dapatkan susah payah sebagai tanda bisa mengikuti pelantikan. Diakhir cerita mereka bisa kembali mendapatkan bendera merah putih dengan segala perjuangannya dan juga berhasil menemukan RISMA dan berkat kepiawaian RISMA dalam menerjemahkan sandi ia juga berhasil mengetahui rahasia keluarganya selama ini.
Film ini bertema petualangan dengan misi membangkitkan nasionalisme, Kejujuran mengungkap rahasia, dan perdamaian yang kian pudar terutama di generasi muda.
ALUR :
a. Tahap Perkenalan tokoH : Menit pertama hingga menit ke 15 film mulai mengenalkan tokoh RISMA, MANG SARMA, TRIA, ARYA
b. Permulaan Konflik : Konflik di awali dengan kerinduan RISMA terhadap sosok orang tua yang ia lampiaskan pada kegiatan pramuka, Rasa sayangnya pada adik satu-satunya membuat ia bimbang ketika menghadapi kegiatan pelantikan. Ia tak tega meninggalkan TRIA yang bisu sendirian di rumah sementara MANG SARMA si tukang kebun sering meninggalkan rumah untuk mengobati pasien-pasiennya. Ia sengaja mencari-cari alasan untuk tdk mengikuti kegiatan kepramukaan. Ia tidak ingin keadaan keluarganya diketahui orang banyak termasuk ARYA. Namun karena keadaan akhirnya ia mengajak ARYA untuk datang ke rumahnya dan bermaksud menitipkan TRIA padanya, namun ketika RISMA tahu ARYA sering berduaan dengan wanita lain, ia mengurungkan niatnya.Akhirnya ia menitipkan TRIA pada MAng SARMA yang merupakan awal puncak konflik film ini.
c. Puncak Konflik : TRIA diculik oleh sosok yg tdk dikenal, Risma hilang, Jaka terjatuh, Bendera Merah putih hilang, Sangga Rully & Hilmantersesat.
d. klimaks : Sangga Rully dan Hilman menemukan gubuk yg dihuni oleh seorang Dukun yg ternyata adalah Mang Sarma
e. Ending : Mang sarma diketahui sebagai ayah dari Risma, Mang Sarma akhirnya terbunuh oleh anak buah orang yang ia santet, Risma ditemukan dan mengetahui bahwa ARYA adalah kakak tirinya.
KARAKTER :
a. RISMA : Gadis usia 16 tahun, tinggi, cantik, introvert. Ia menyembunyikan kesuraman asal-usul keluarganya dari orang lain dan ia menemukan kehidupannya di Pramuka
b. TRIA : Gadis usia 13 tahun, cantik, bisu, Adik Risma, ia menguasai finger spelling sebagai alat komunikasinya
c. MANG SARMA, 40 tahun, rambut panjang menyeramkan, berwatak keras dan pendendam dan memiliki sumber kesaktian berupa ikat kepala. Awalnya ia di ketahui sebagai tukang kebunnya RISMA namun d ending cerita ia adalah ayah RISMA sebenarnya
d. ARYA, 20 Tahun, Mahasiswa, Ganteng,Sedikit introvert, tidak suka terhadap ibu tirinya. Di akhir cerita diketahui bahwa ia adalah akakak tiri Risma

09 September 2011

07 September 2011

Presiden SBY Bangga Memakai Seragam Cokelat


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang biasanya selalu mengenakan setelan jas dan dasi resmi, Jumat (20/11) kemarin, rela menggunakan seragam Pramuka yang sudah berpuluh- puluh tahun lamanya tak dikenakan olehnya. Sederet pin-pin Pramuka pun menambah kesan gagah dari sosok Kepala Negara ini. Bukan tanpa alasan, hari itu, Presiden SBY sengaja mengenakan seragam Pramuka karena harus menghadiri upacara pengukuhan pengurus Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka masa bakti 2008–2013.

Terkait seragam Pramuka ini, Presiden SBY memiliki pengalaman tersendiri. Dia mengaku, awal mula tertarik pada organisasi kepanduan ini pada 1961 saat Presiden RI pertama Soekarno meresmikan Gerakan Pramuka di Tanah Air. Saat itu, SBY yang semasa kecilnya dipanggil Sus oleh teman-teman sekolahnya ikut berdiri di sebuah lapangan kecil di Pacitan. Saat itu, SBY masih duduk di kelas 6 SD. Itulah saat pertama SBY mengenakan seragam Pramuka.Bersama-sama puluhan teman-teman sekampungnya, SBY pun ikut larut dalam upacara peresmian Gerakan Pramuka ini. SBY mengaku ketertarikannya kepada organisasi Pramuka berawal dari warna kecokelatan seragam yang dikenakan para Pramuka. ”Saya pertama kali tertarik karena seragamnya, melihat gerakannya gagah. Latihan-latihannya sungguh menarik waktu itu. Maka, saya dan teman-teman bergabung dengan Pramuka,” kenang SBY.SBY mengaku, sejak kecil dirinya memang selalu tertarik dengan gerakan yang membentuk kepemimpinan, karakter, dan persahabatan satu sama lain. Hal semacam ini, menurutnya, saat itu sangat tergambar jelas di Gerakan Pramuka. Menurutnya, dari Pramuka inilah yang akhirnya mempengaruhi kehidupan dan kariernya untuk mencintai kehidupan berorganisasi gerakan lapangan. “Ternyata, dalam perjalanan hidup, sangat banyak peran Pramuka dalam membentuk kepribadian, watak, semangat, dan cita-cita dalam banyak hal,” paparnya.

Presiden SBY menilai, Pramuka sekarang ini harus lebih memiliki karakter yang kuat dalam berbagai hal. Langkah ini diperlukan agar generasi muda Indonesia dapat tertarik untuk mengikuti kegiatan Pramuka.

Kecintaan Presiden SBY terhadap Gerakan Pramuka pun ditunjukkan hingga kini. Melihat redupnya gerakan kepanduan ini, Presiden pun mengambil langkah terobosan untuk menghidupkannya kembali. Salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi Gerakan Pramuka. Presiden pun telah memerintahkan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Andi Mallarangeng untuk melakukan revitalisasi Gerakan Pramuka.

Mengomentari langkah dari Kepala Negara ini, beberapa waktu lalu sebelumnya Menegpora, Andi Malarangeng telah menyiapkan beberapa program yang akan ditawarkan kepada Kwarnas. Bahkan pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Kwarnas Gerakan Pramuka untuk berdiskusi dan menawarkan fasilitas bagi kemajuan Pramuka. Dalam pertemuan itu, Andi menegaskan, bahwa sudah dibahas langkah-langkah yang bisa diambil untuk memfasilitasi gerakan anak-anak muda dalam hal kepanduan ini. “Ke depan, saya akan mengambil langkah-langkah untuk merumuskan revitalisasi Pramuka,” ungkap Andi Mallarangeng beberapa waktu lalu.


dikutif dari:
http://pramukasmpn3.blogspot.com/2009/12/presiden-sby-bangga-memakai-seragam.html

KAKAK KETUA KWARNAS PERIODE 1961-2013


Sri Sultan Hamengkubuwono IX
masa bhakti 1961 - 1974


Letjen. Sarbini
masa bakti 1974 – 1978


Letjen. Mashudi
masa bakti 1978 – 1993


Letjen. Himawan Sutanto
 masa bakti 1993- 1998


Letjen. Rivai Harahap
masa bakti 1998 - 2003


Frof. Dr. Azrul Azwar, MPH
masa bakti 2003 - 2013

Comment