22 January 2016

Pentingnya pendidikan

Salam prasbhara

sahabat @kak_echo mari kita baca inspirasi sejenak

Orang-orang Cina zaman kuno dulu ingin hidup dalam kondisi aman, mereka membangun tembok Cina yang sangat besar. Mereka berkeyakinan tidak akan ada orang yang sanggup menerobosnya.
Akan tetapi...... 100 tahun pertama setelah tembok selesai dibangun, Cina terlibat tiga kali perperangan besar. Pada setiap kali perperangan, musuh tidak butuh menghancurkan tembok atau memanjatnya untuk menerobos masuk. Tapi cukup bagi mereka setiap kali perang menyogok penjaga pintu gerbang, kemudian mereka masuk melalui pintu.

Perhatian orang Cina di zaman itu disibukkan dengan pembangunan tembok, tapi mereka lupa membangun manusia. Membangun manusia seharusnya dilakukan sebelum membangun apapun.
Salah seorang orientalis mengatakan:
"Apabila anda ingin menghancurkan peradaban sebuah umat, ada tiga cara untuk melakukannya:

1. Hancurkan tatanan keluarga.
2. Hancurkan pendidikan.
3. Hancurkan keteladanan dari orang-orang yang jadi panutan dan ulama.

Untuk menghancurkan keluarga
caranya dengan mengikis peranan ibu.
Jadikan mereka malu menjalani peran sebagai ibu rumah tangga.

Untuk menghancurkan pendidikan;
jangan jadikan para pendidik sebagai orang yang penting dalam masyarakat.
Kurangi penghargaan terhadap mereka, hingga para pelajar meremehkannya.

Untuk menghancurkan keteladanan
rusak akhlak para ulama dan tokoh masyarakat. Hingga tidak ada yang patut dipercayai. Tidak ada orang yang mendengarkan perkataannya, apalagi meneladani perbuatannya.

Apabila ibu-ibu tidak punya kesadaran, para guru yang ikhlas lenyap, dan para ulama panutan sudah sirna, maka siapa lagi yang akan mendidik generasi dengan nilai-nilai luhur?!"

Saat itulah kehancuran umat akan terjadi. Sekalipun tubuh terbungkus pakaian mewah, bernaung di bangunan megah dan dibawa dengan kendaraan super wah.
Apakah saat ini sedang terjadi?!

WASPADALAH !!

Pramuka itu peduli

Kepedulian Seorang Pramuka

Apa sih tujuannya kita ikut pramuka? cari ilmu? cari pengalaman?

INI ALASAN yang terlalu mainstream masa cari ilmu? sekolah juga cari ilmu, cari pengalaman? hal lain juga pengalaman baru jika baru sekali dilakuin.

Apa sih tujuan kita ikut pramuka? Pakai hati kita untuk menentukan, Gerakan Pramuka membentuk karakter kita menjadi seorang pemimpin dengan jiwa peduli, tangguh dan patriotisme.

Dari pramuka aku ingin lebih berprestasi, prestasi jangan di ukur dengan hadiah, juara dan sejenisnya tetapi prestasi adalah tindakan yang berdampak dan kita lakukan memberikan perubahan dan nilai lebih di masyarakat.

Kesuksesan pendidikan kepramukaan adalah dimana peserta didik dapat mengamalkan nilai-nilai Dwi Dharma, Dasa Dharma dan Tri Satya dengan tetap beracuan Pancasila, contoh kecil saja adalah pramuka peduli dengan diri sendiri, keluarga, lingkungan masyarakat, negara dan alam sekitar.

Apa saja tindak kepedulian tersebut?
mulai dari hal kecil, mengajak berbuat baik, menolong orang tua dalam hal ini kakek-nenek, membantu orang tua, menjalankan ibadah sesuai agama, tidak membuang sampah sembarangan, dan belajar agar tetap berprestasi.

Yuk manfaatkan sosial media ini untuk mengajak kebaikan, kalau bikan pramuka siapa lagi, jangan nunggu orang lain hihi, pramuka harus selalu di barisan terdepandalam perubahan!

27 December 2015

Perdakara 2015

Perkemahan pendadaran saka bhayangkara agau disingkat perdakara periode 2015- 2016 dilaksanakan di buper ngrendeng, sine, ngawi pada 24 sd 26 desember 2015
Semoga menjado genetasi muda yang santun, berwawasan luas serta terampil

20 December 2015

Kisah nyata penuh makna tentang ibumu

Kisah nyata penuh makna

Terlihat tiga anak kecil berusia sekitar 8 tahun, 5 tahun dan 3 tahun. Anak terkecil cewek bagaikan seorang putri, dalam dekapan sang bapak. Sedangkan kedua anak lainnya laki2, terlihat bermain-main, berlari, berteriak,kesana kemari. Itulah ciri khas anak-anak di seantero dunia...

Tibalah saatnya bus yang ditunggu datang. Para penumpang pun bergegas menuju pintu masuk busway, termasuk  keluarga itu dapat duduk di kursi busway yang disusun seperti kereta api listrik (KRL).

Lalu kedua anak laki-laki tersebut beranjak dari kursinya dan bermain petak umpet di sela-sela tubuh orang dewasa di busway itu. Mereka sambil berteriak- teriak girang. 

Terlihat beberapa penumpang merasa tidak nyaman dengan kegaduhan itu. Hingga akhirnya ada seorang penumpang pria yang ketus menyatakan protesnya ke sang bapak, "Pak, tolong anaknya diatur ya. Disini khan penumpang juga ingin tenang."

Lalu sang bapak sambil menggendong anak putrinya pun menjawabnya dengan senyum, "Maaf ya Mas, ibunya mereka baru saja meninggal sore ini di rumah sakit dan saya belum mengatakan hal ini ke mereka. Nanti begitu sampai rumah, saya akan mengatakannya. Biarlah mereka merasakan kegembiraan yang menjadi haknya. Karena saya merasa mereka akan banyak kehilangan kegembiraan setelah tahu bahwa ibu yang biasa mengasuh sudah tidak bersama mereka lagi selamanya. Mas tidak keberatan khan kalau mereka main-main sebentar saja di bus ini?" 

Mendengar apa yang dibicarakan sang bapak, sebagian para penumpang yang mendengarnya terdiam dan merenung termasuk sang pria yang baru saja memprotesnya dengan ketus.

Tiba-tiba mereka teringat akan ibu mereka... Diam-diam di antara mereka ada yang mengambil handphone disaku celananya, lalu  mernbuat sebaris kalimat, 

Ibu, apa kabar? Besok pagi saya mau pulang menjenguk ibu. Maafkan segala salah saya, Ibu.

Kemudian dia mengirimkan sms itu ke nomor ibunya sambil berharap semoga ia masih diberi kesempatan berjumpa dengan ibunya esok hari. aamiin

31 October 2015

Comment